Pertanian Kabupaten Lebak

Standard

”]Pertanian Kabupaten Lebak[ilustrasi]Pertanian merupakan sektor yang memberikan konstribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dilihat dari struktur perekonomian kabupaten Lebak, persentase nilai dari sektor ini sebesar 30-39 %, yang sebagian besarnya disumbang oleh subsektor bahan makanan terdiri atas komoditas padi, palawija dan hortikultura.

Pada tahun 2008 jumlah produksi padi di Kabupaten Lebak sebesar 428.524 Ton yang terbagi atas padi sawah sebanyak 401.246 Ton dan padi gogo sebanyak 27.278 Ton. Total produksi padi sebanyak 428.524 ton tersebut atau setara dengan beras sebanyak  231.402,96 ton cukup memenuhi kebutuhan pangan untuk 1.233.905 jiwa penduduk selama  20 bulan, dengan asumsi produksi beras tidak dijual keluar daerah. Produksi padi di Kabupaten Lebak dapat dilihat pada Tabel  dibawah ini.

Tabel 1

Produksi Padi Tahun 2005 – 2008

(Ton)

No. Komoditi Tahun
2005 2006 2007 2008
1. Padi Sawah 422.116 367.825 426.837 401.246
2. Padi Gogo 31.710 31.717 25.355 27.278
JUMLAH 453.826 399.542 452.192 428.524

Sumber : Dinas Pertanian Kab. Lebak, 2008

Sedangkan untuk komoditas palawija, yang terdiri dari jagung kedelai kacang tanah, kacang hijau dan ubi kayu serta ubi jalar,  produksi yang tertinggi ada pada ubi kayu dengan total produksi sebanyak 30.749 Ton. Jagung merupakan komoditas palawija dengan hasil produksi terbesar kedua dengan total produksi sebesar 12.286 Ton. Pada tabel 2 di bawah ini dapat diketahu produksi palawija di Kabupaten Lebak dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008.

Tabel 2

Produksi Palawija Tahun 2005 – 2008

(Ton)

No. Komoditi Tahun
2005 2006 2007 2008
1. Jagung 9.547 8.418 5.726 12.286
2. Kedelai 153,9 137 88 295
3. Kacang Tanah 1.236 1.279 838 1.150
4. Kacang Hijau 319,7 298 204 254
5. Ubi Kayu 43.223 40.966 18.543 30.749
6. Ubi Jalar 6.042 4.968 3.857 5.285
JUMLAH 60.521,6 56.066 29.256 50.019

Sumber : Dinas Pertanian Kab. Lebak, 2008

Untuk komoditas hortikultura, tiga hasil produksi tertinggi ada pada tanaman pisang sebesar 112.545,8 Ton, disusul oleh rambutan sebesar 5.276,765 Ton  dan durian sebesar 3.319,596 Ton. Berikut adalah tabel produksi hortikultura.

Tabel 3

Produksi Hortikultura Tahun 2008

No Komoditas Produksi (Ton)
1 Alpukat 74,83
2 Belimbing 193,48
3 Duku/Kokosan 699,26
4 Durian 3.319,60
5 Mangga 2.528,00
6 Manggis 519,26
7 Rambutan 5.279,77
8 Nangka 1.210,28
9 Pepaya 795,13
10 Sawo 123,59
11 Sirsak 393,67
12 Sukun 596,17
13 Melinjo 1.253,69
14 Petai 677,21
15 Jeruk Siam 96,24
16 Nenas 416,28
17 Salak 317,68
18 Pisang 112.545,84
19 Jambu Biji 219,74
20 Jambu Air 81,91
21 Cabe Besar 2.260,00
22 cabe Rawit 2.080,00
23 Kacang Panjang 7.380,00
24 Terung 1.833,00
25 Mentimun 6.825,00
26 Bawang Daun 137,20
27 Kentang 110,00
28 Kembang Kol 40,00
29 Petsai/Sawi 113,00
30 Kacang Merah 33,00
31 Tomat 296,80
32 Buncis 230,00
33 Kangkung 7,93
34 Bayam 3,83
TOTAL PRODUKSI 152.688,37

Sumber : Dinas Pertanian Kab. Lebak, 2008

Tanaman buah-buahan yang dikembangkan di Kabupaten Lebak pada umumnya disesuaikan dengan kondisi tanah setempat terutama agroekologi. Hal ini diharapkan agar pertumbuhan tanaman buah-buahan tersebut dapat lebih optimal sehingga diharapkan dapat menghasilkan produksi yang maksimal. Berikut adalah pengembangan tanaman buah-buahan terutama Jeruk, Rambutan, Durian, Mangga dan Manggis di wilayah pengembangan sesuai hasil penelitian dari Institut Pertanian Bogor.

Tabel 4

Wilayah Potensial untuk Pengembangan Beberapa Komoditas Hortikultura

No Komoditas Wilayah Pengembangan
1. Jeruk Rangkasbitung, Warunggunung dan Cibadak
2. Rambutan Maja, Curugbitung, Sajira dan Cibadak
3. Durian Cirinten, Bojongmanik, Leuwidamar, Muncang, Gunung Kencana dan Sobang.
4. Mangga Malingping, Bayah, Cihara dan Panggarangan
5. Manggis Cipanas dan Lebakgedong

Sumber : Pemerintah daerah bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor, 2002

Tercapainya hasil produksi pertanian baik komoditas padi, palawija maupun hortikultura didukung oleh berbagai faktor, antara lain berfungsinya penyuluhan pertanian, terbangunnya kelembagaan petani berupa kelompok tani dan tersedianya sarana dan prasarana pertanian.

Penyuluh pertanian berfungsi menyampaikan teknologi budidaya dalam rangka meningkatkan hasil produksi . Penerapan teknologi dilakukan beberapa tahap dengan cara menambah pengetahuan kepada petani, selain itu juga merubah sikap dan keterampilan petani. Sampai dengan tahun 2008 perbandingan penyuluh dengan desa binaan adalah 1 : 3, artinya setiap 1 orang penyuluh harus membina 3 desa yang jangkauannya cukup luas. Perbandingan ideal antara penyuluh dan desa adalah 1 : 1.  Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk menambah SDM penyuluh pertanian dimasa mendatang.

Tabel 5

Penyuluh Pertanian Tahun 2008

No Kecamatan Jumlah Desa/Kelurahan Jumlah PPL
1 Rangkasbitung 16 6
2 Kalanganyar 7 2
3 Cibadak 15 7
4 Warunggunung 12 5
5 Cikulur 13 4
6 Maja 14 4
7 Curugbitung 10 3
8 Sajira 15 5
9 Cipanas 14 8
10 Lebakgedong 6 4
11 Cimarga 17 5
12 Leuwidamar 12 5
13 Bojongmanik 9 3
14 Cirinten 10 3
15 Muncang 12 4
16 Sobang 10 4
17 Cileles 12 5
18 Gunungkencana 12 5
19 Banjarsari 20 6
20 Malingping 14 4
21 Wanasalam 13 6
22 Cijaku 10 3
23 Cigemblong 9 3
24 Panggarangan 11 5
25 Cihara 9 3
26 Bayah 11 4
27 Cilograng 10 4
28 Cibeber 22 8
JUMLAH 340 128

Sumber: Dinas Pertanian Kab. Lebak, 2008

Data jumlah kelompok tani yang ada di Kabupaten Lebak pada tahun 2008 adalah berjumlah 1.277 kelompok dengan rincian kelompok pemula sebanyak 760 kelompok, Lanjut 416 kelompok, Madya 95 kelompok dan Utama 6 kelompok.

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam pembangunan pertanian selain faktor yang sudah disebut diatas adalah Sarana alsintan. Sarana alsintan  yang dikelola oleh Dinas Pertanian sampai dengan tahun 2008  yaitu Mini Traktor roda 4 sebanyak 4 unit, dua unit dalam keadaan rusak;  Hand Traktor sebanyak 355 unit; Pompa air 128 unit; Power thressher 45 unit; Drayer 27 unit; RMU 145 unit dan Corn Seller 7 unit.

Tabel 5

Jumlah dan Jenis Alsintan

No.

Kecamatan

Jenis Alat Mesin Pertanian (Alsintan)
Traktor

Roda 4

(unit)

Hand Traktor

(unit)

Pompa Air

(unit)

Power Thresher

(unit)

Drayer

(unit)

RMU

(unit)

Corn

Seller

(unit)

1 Rangkasbitung 26 7 1 1 8
2 Cibadak 20 15 2 1 5
3 Warunggunung 19 3 1 1 5
4 Cikulur 14 6 1 4
5 Maja 6 2 1 7 7
6 Curugbitung 2* 4 1 2
7 Sajira 13 3 1 6
8 Cipanas 23 6 6 3 13
9 Muncang 11 4 1 4
10 Sobang 7 3 1 3
11 Leuwidamar 8 5 1 5
12 Cimarga 8 5 1 6
13 Bojongmanik 8 3 1 5
14 Cileles 12 3 1 1 5
15 Gunungkencana 7 3 1 8
16 Banjarsari 14 2 2 2 6
17 Malingping 36 3 5 6 14
18 Wanasalam 40 9 9 8 17
19 Cijaku 9 2 1 5
20 Panggarangan 22 3 4 2 7
21 Bayah 21 7 2 2 5
22 Cilograng 7 1 1 2
23 Cibeber 9 6 1 3
24 Kalanganyar 5
25 Lebak Gedong 1
26 Cihara 1
27 Cigemblong 1
28 Cirinten 3
29 Dikelola oleh dinas 2 26
Jumlah 4 355 128 45 27 145 7

Ket :*) dalam keadaan rusak

Sumber: Dinas Pertanian Kab. Lebak, 2008P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s