Pengangguran Banten Tertinggi

Standard

SERANG – Pemprov Banten harus kerja ekstra menurunkan angka pengangguran. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2009, persentase pengangguran di Banten menempati urutan terakhir atau tertinggi se-Indonesia dengan angka 14,97%.

Kepala Seksi Statistik Kependudukan BPS Provinsi Banten Husin Maulana membenarkan persentase pengangguran di Banten tertinggi dari 33 provinsi se-Indonesia. Kata dia, pengangguran di Banten per Agustus 2009 tercatat 652.462 dari 4.357.240 angkatan kerja. Sehingga, lanjutnya, muncul presentasi pengangguran 14,97%. “Menurut ketentuan, yang disebut angkatan kerja adalah usia produktif atau 15 tahun ke atas,” kata Husin kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (12/4).
Sementara rata-rata persentase pengangguran di Indonesia per Agustus 2009 adalah 7,87%. “Memang target nasional menurunkan angka persentasi pengangguran dari 14% menjadi 7%,” imbuhnya.
Dibandingkan Provinsi Gorontalo dan Bangka Belitung yang terbentuk bersamaan, Banten masih tertinggal. Menurut data BPS, persentase pengangguran di Gorontalo 5,89% dan Bangka Belitung 6,14%. “Untuk urutan kedua tertinggi setelah Banten adalah DKI Jakarta 12,15%, disusul Jawa Barat 10,96%,” imbuhnya.
Meski demikian, kata Husin, dilihat dari persentase per tahun, pengangguran di Banten menurun. Secara berurutan pada 2007, 2008, dan 2009 per Agustus, yakni 15,75%, 15,18%, dan 14,97%. “Kalau persentase pengangguran per Februari 2010 akan kami rilis Mei mendatang,” kata Husin.
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten Nandi Mulya menjelaskan, masih tingginya pengangguran di Banten karena banyak masyarakat melakukan urbanisasi ke Banten, khususnya di Tangerang. “Orang luar berbondong-bondong membidik Jakarta, namun manakala Jakarta terdapat Perda Yustisi, masyarakat urban masuk ke pinggiran Jakarta atau Tangerang,” ujarnya.
Selain itu, kata Nandi, banyak investor yang menanamkan modalnya di Indonesia dan industri menjadi magnet tersendiri bagi pencari kerja dari luar Banten. “Tangerang dianggap sangat potensial bagi pencari kerja,” ujarnya. Buktinya, kata Nandi, 50% penduduk Banten berada di Tangerang.
Pemprov Banten, menurut Nandi, tidak berdiam diri dengan masih tingginya pengangguran. “Kami mendekati perusahaan supaya memprioritaskan putra daerah. Tapi manakala tidak ada Perda Yustisi, memang menjadi tantangan. Jadi memang Tangerang perlu ada perda tersebut,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, Pemprov setiap tahun mengadakan job fair dengan mendatangkan perusahaan yang mencari kerja. Tahun ini job fair dilaksanakan 23 April. “Kami juga berusaha mendatangkan investor padat karya untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak,” ujarnya.
Untuk menyelesaikan masalah ini, Nandi berharap ada sinergi dari kabupaten/kota di Banten. “Bagaimana juga, bupati dan walikota di Banten harus menyikapi masalah ini,” pinta Nandi. (run)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s