Warga Cibeber Tolak Lumpur Emas

Standard

penambang emas

RANGKASBITUNG- Setelah warga Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah menolak penambang lumpur emas, kini giliran warga Kecamatan Cibeber melakukan hal sama. Diketahui, beberapa desa di wilayah Kecamatan Cibeber, seperti Desa Cikadu, Cisungsang, Kujangjaya, dan Situmulya, kini marak pengolahaan lumpur emas di sepanjang bantaran Sungai Cibareno.
Eka Purna Yuda, Sekretaris Forum Komunikasi Pemuda Pakidulan (Forkappak) mengatakan, lokasi pengolahan lumpur emas tersebut berdiri di sepanjang bantaran Sungai Cibareno. Warga khawatir kasus yang dialami Sungai Ciwaru di Desa Bayah Barat, yang tercemar merkuri, juga menimpa Sungai Cibareno. “Hasil pantauan kami di lapangan, masih terdapat puluhan pengolahan lumpur emas yang beroperasi di beberapa desa di Cibeber. Dari hasil pantuan kami juga, lokasi pengolahan lumpur emas yang paling banyak beroperasi ada di Desa Situmulya,” ungkapnya.
Karena warga menolak, kata Yuda, Pemkab harus segera mengambil langkah konkret agar ke depan tidak timbul keresahan di masyarakat. Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Pertambangan Umum Distamben Adi Supriadi mengatakan akan segera melapor ke atasannya. (day) Radar Banten.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s