Malingping Sosialisaikan Desa Siaga

Standard

Malingping Sosialisaikan Desa Siaga

Kegiatan Program 100 hari Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak melalui PusKesMas-PusKesMas telah mengadakan sosilaisasi tentang Desa Siaga. Desa Siaga dimaksud tidak mudah untuk dilaksanakan di desa-desa,seperti sewaktu sosilaisai di desa Rahong Kecamatan Malingping yang diutarakan Bidan DARTI,desa harus menyediakan kendaraan ambulance,untuk mengangkut rujukan dari Pos Yandu ke Pus Kes Mas khusus bagi orang yang akan melahirkan atau sakit,tetapi bagi masyarakat di desa sangat sulit untuk menyiapkan kendaraan seperti ambulance,biarpun dibayar langsung oleh masyarakat itu sendiri,namun Kepala Desa Rahong Baihaqi menyatakan kesediaannya untuk menyediakan ambulan desa. Tetapi perangkat seperti ini kami harus berekordinasi terlebih dahulu dengan pihak pemilik kendaraan roda 4 maupun roda 2,ujar Baihaqi.
Darti menambahkan,Program ini adalah Program Menkes seluruh Indonesia desa harus menjadi desa siaga,artinya kata Darti”masyarakat padesaan harus berjiwa mandiri penuh dengan kecosialan yang tinggi,apabila masyarakat tidak peduli terhadap tentang Prilaku Hidup Sehat(PHBS)desa Rahong tidak akan maju-maju,ujar darti.
Disamping program desa siaga,darti menyampaikan untuk mengetahui tentang darah,Pus Kes Mas telah melakukan upaya pemeriksaan darah melalui donor,apabila masyarakat ingin mengetahui darahnya datang saja ke Pus Kes Mas dengan biaya Rp.15.000,-untuk seumur hidup,dan apabila diperiksa di tingkat RT/RW atau di Pos Yandu hanya dikenakan biaya Rp.5000,-untuk seumur hidup.ujar darti yang didampingi bidan desa Rahong Dede.

Pungsi Paraji/Dukun
Dukun paraji sifatnya hanya sebagai penangulangan sementara,apabila dalam pencegahan di lapangan tidak normal,namun kadang-kadang di desa dukun paraji sangat efektip dibandingkan dengan sistem penanganan yang dilakukan oleh bidan,pertama biaya sangat murah,kedua perawatan sama dukun paraji sangat baik,ketiga setiap hari dukun paraji sangat bertanggung jawab.ujar Ibu Titin warga desa Rahong.
Tentunya permasalahan menjadi polemic bagi petugas bidan desa,dan harus sering-sering memberikan penyuluhan kepada masyarakat terutama kepada ibu hamil,dalam penyuluhan sangat tepat bagi bidan desa sewaktu kegiatan Pos Yandu di tiap-tiap RT/RW berikan kesejahteraan bagi kader untuk mengoptimalkan kinerja mereka agar lebih baik lagi. sumber :  suara akarumput

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s