Malingping Kurang Berkembang? – Topik

Standard

Topik :

Kenapa Malingping Kurang Berkembang? Memang cukup menarik untuk dicermati. Berikut ini adalah Komentar-komentar yang saya darpatkan dari salah satu komunitas di FB yang menanyakan Mengenai Perkembangan Malingping Saat ini.

  • Abie Tama Sabian kira kira menurut bro n sister ,apa sih penyebab malingping kurang berkembang?apa memang karena sumberdaya manusianya kurang?apa memang karena sumber daya manusianya kebanyakan bekerja di luar?

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Abie Tama Sabian apa gara gara ga misah dari lebak ya?

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Cucu Lisdiyawati banyak faktor yg membuat mlp kurang berkembang, dan banyak faktor juga yang harus dibangun agar mlp maju, yang pertama mungkin manusianya (SDM) Yg dimajukan dulu.Selain itu banyak faktor-faktor lain yang harus diperhatikan juga seperti pendidikan, pemerataan dalam segala hal, sistem kompetensi dan penghargaan,peraturan dan hukum harus ditegakan biar mlp jadi tertib, aman, dan nyaman itu juga mendukung buat kemajuan mlp,di pimpin seorang pemimpin yang kompeten dan merakyat x ya,serta birokrat pemerintah yang bersih dan jujur. bagi anak-anak mlp ayo kita bangun MLP, ayo Berikan kontribusi kpd MLP agar berkembang

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Abie Tama Sabian wah mantap juga ni…..betewe tapi kenapa ya kebanyakan orang malingping yang punya potensi lebih banyak milih hidup di kota di bandingkan di kampung halamannya sendiri.

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • モハマド Sodiqin yang belum berkembang tuh bukan malingpingnya…tapi orang-orangnya…ini harusnya menjadi tanggung jawab qta yang notabene diberi kelebihan oleh Alllah untuk menuntut ilmu lebih tinggi….cobalah nanti ketika sudah selesai dari jihad ‘ilminya kembali lagi ke malingping…
    jangan sampai qta nanti hanya akan menjadi penonton di lapangan sendiri..

    kawan2…apakah sekarang qta masih berpikir semuanya gue,gue n gue…??????????????????

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Abie Tama Sabian sip banget tuh bro,,,,

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Odin Hadiwiyana @Fahru: SDM malingping sebenarnya sudah lumayan mempuni, sudah banyak kok yang menembus PTN ternama, lulusan PTN. Kalo banyak sumber daya manusianya kebanyakan bekerja di luar?, ya setuja, menurut gw karena tidak ada “jaminan” akan akan kehidupan yang lebih baik. Makanya mereka lebih memeilih lari menaklukan Jabodetabek bro, ya mungkin secara materi lebih meyakinkan…,Bagi orang potensial yang baru lulus kuliah apa yang bisa kita lakukan…tentu pilihannya berpikir untuk diri sendiri dulu dan mungkin Merantau pilihan yang di Pilih, dengan alasan setelah siap nanti baru akan kembali, tapi lama kelamaan keenakan di Kota, jadi males deh pulanggggg.

    @Cucu: Ayooo, ayooo

    @Sodikin: Saya pikir semua putra malingping akan berpikir demikian, siapa sih yang tidak ingin memajukan kampoeng halaman.

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Abie Tama Sabian mmmmmmmmmmm gtu ya..

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Suparman Arif Malingping kurang berkembang,,sebenarnya kalimat itu mesti dilanjutkan “dibanding siapa”. aku pikir malingping itu bagus lho dibanding daerha lain di selatan. lagian bagaimana sebuah kemajuan bisa dibangun jika landasan philosophisnya primordialisme. begini kalo malingping itu sebuah kecamatan itu sudah cukup bagus, tapi kalo lebih dari itu memang jauh, dan akan tetap jauh karena politisasi label nama mlp itu sendiri tidak mendukung perkembangan kearah yang lebih baik. malah terkesan klaimisasi wilyah admisintratif yang melampaui kecamatan,,itu malah sumber konflik. jadi aku pikir kita mesti membuat klasisfikasi dulu terhadap istilah “perkembangan malingping, apakah sebagai kecamatan atau lebih dari itu”..

    @sekedar sharing,,tanpa tendensi,,salam.

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Abie Tama Sabian om supratman arif.maksud perkembangan yang saya tulis dalam pertanyaan diatas itu global.baik dari segi pendidikan,pasilitas sosial,parawisata dan yang lainya,kita tidak memungkiri kalo malingping itu merupakan yang bagus di bandingkan daerah selatan lainya.tapi lagi lagi yang saya pertanyakan kenapa masih lom berkembang.contoh kecil dari segi parawisata.malingping mempunyai wisata pantai yang indah dan banyak,bahkan lebih indah dari sekedar carita atau anyer sekalipun(menurut saya).tapi kenapa sampai sekarang pemerintah daerah masih belum bisa membuat lahan parawisata kita berkembang di banding daerah lain yang saya sebutkan diatas.yang tentunya setelah lahan itu jadi objek wisata yang berkembang akan mendatangkan devisa tersendiri bagi malingping,yahhh minimal tarap ekonomi kita jadi lebih meningkat,dan tidak di pungkiri,objek parawisata itu merupakan salah satu devisa terbesar dalam sebuah negara atau daerah tersebut.dan saya merasa yakin seandainya tarap ekonomi masarakat malingping meningkat akan mempengaruhi semua segi,pendidikan,prasarana dan yang lainya.

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Abie Tama Sabian menindaklanjuti masalah perlukah malingping jadi sebuah kabupaten atau hanya cukup sekedar kecamatan aja.saya kira malingping sudah sangat perlu dan sudah selayaknya jadi kabupaten,anda mungkin bisa bayangkan.pemasukan dari perkebunan karet,sawit,jati,tambang emas,batubara dan parawisata di kabupaten lebak sebagian besar dari malingping.dan anda mungkin tau.apa yang malingping dapat dari kabupaten itu sendiri.yang saya tau sih cuma pembangunan jalan saja,itu pun masih banyak yang hancur dan rusak.anda bisa liat ,hampir 30 persen daerah rangkas sudah di aspal.bahkan sampe jalan jalan ke kampung atau desa.tapi malingping?jalan utama pun masih banyak yang rusak.setidaknya dengan kita memisahkan diri dari kabupaten lebak kita lebih bisa merasakan hasil dari sumber daya alam yang kita miliki.maaf kalo terkesan berlebihan.dan menurut saya hal yang wajar apabila suatu daerah ingin lebih berkembang dengan cara memisahkan diri dari induknya,seperti halnya banten yang memisahkan diri dari jawa barat.dan itu bukan sumber konflik menurut saya.

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Rona YUliani ass wr wb..
    i think all oppinion is very good.. mengelitik… ada juga yang serius ya..
    kalo boleh sedikit berbagi, menurut saya, sebenarnya Mlp itu permasalahannya kompleks… kalo dibilang SDM-nya kurang memadai, kata siapa??? hayooo…
    SDM Mlp tidak bisa kita generalisir itu untuk orang-orang yang berpendidikan di Perguruan Tinggi saja, tapi tengoklah juga SDM yang sudah profesional dibidangnya (misalnya pengusaha, pedagang, nelayan, ojek, petani, buruh, pekerja lainnya di bidang nonformal, dll)..
    menurut saya, SDM kita sudah cukup bagus kok… nah permasalahannya apakah mereka (termasuk saya dan anggota group ini juga tentunya) mau tidak untuk memajukan Mlp kearah yang lebih baik lagi.. sekarang udah ga zamannya lagi banyak talking ga penting, saya lebih setuju “talk less do more”… action doooooonkkkksss….!!!
    satu impian saya, adalah melihat masyarakat Mlp hidup sejahtera, baik secara materiil maupun inmateriil…
    kalo katanya SDM Mlp ga mau bekerja dan mengembangkan Mlp, nah pertanyaan itu hanya bisa saya jawab dengan kata “ada apa dengan Mlp???”
    maaf banget, di Mlp (secara kekerabatan amat sangat baik sekali) tetapi untuk dunia kerja, i dont think so… terlalu banyak case yang tidak bisa diungkap (karena emang ga mau mengungkapkan) terutama KKN yang amat sangat melekat pada masyarakat Mlp.. do you agree??
    kita, sebagai orang Mlp, tentunya sangat berharap bahwa suatu saat nanti, Mlp akan terbebas dari kemiskinan, kebodohan, kecacatan, kesakitan, dan selalu berharap bahwa Mlp akan sejahtera dan damai selalu.. masyarakat Mlp terus increase for healthy.. all people going to life in peacefully and happy with their family…
    hmmm… seru juga kali ya kalo Mlp jadi Kabupaten.. asyiik and bisa meningkatkan derajat ekonomi masyarakat Mlp, tetapi perlu diingat, corruption mengintai dimana-mana lho… selain corruption, ada juga kesehatan, lingkungan, kebiasaan, terutama life style akan berubah, nah, apakah kita sudah siap untuk itu?? sebaiknya kita bangun dulu pondasi yang kuat untuk menghadapi permasalahan itu… tapi, saya amat sangat mendukung untuk Mlp menjadi Kabupaten…. mudah-mudahan dapat terealisasi dalam waktu dekat ini… amin ya rabbal alamin…
    ok friends, i think enough… sorry if many mistaken… wish you all the best..
    wass wr wb..

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Suparman Arif saya sih sepakat2 saja dengan perkembangan wilyah,dari kecamatan menjadi kabupaten,itu namanya evolusi, dan hidup itu memang begitu, bergerak maju menurut keyakinan determinisme historis..tapi inget labelisasi nama itu lho, sederhana tapi krusial. sekarang malingping itu apa bedanya dengan bayah, wanasalam, atau cijaku. masih kecamatan, dan jika malingping berubah, lalu yang lain jadi apa, kan tentu saja dibawah malingping. nah sy pikir secara antropo-politis itu sumber konflik. akan terjadi perubahan struktur politis (hirarkis) baru yang bersifat sentimentil, yaitu rasa ketidakpuasaan beberapa kecamatan yang dulunya secara politik seimbang dengan malingping.inget lho perang itu salah satu sebabnya adalah masalah nama,karena nama itu eksistensi, coba mba lihat karya David Hume yang berjudul Leviathan itu. nah pertama kali menurut sy mari benahi egosentris politisasi label malingping, mari cari istilah yang lebih global. Kedua, strategi pembangunan akan susah kalo ibukota di malingping tanpa keterlibatan banjarsari, karena letaknya jika tanpa banjarsari malingping bukan lagi center (pusat), jadi cari wilayah alternatif lain. dan yang penting masalah SDM, ini rumit, karena diferensiasi kerja yang mba sebutkan memang benar, tapi apakah kemudian mereka menjadi pemerintah, nah ini masalahnya, pendidikan kita saya pikir belum memadai, orang-orangnya belum siap menjadi agen pemerintahan yang baik, karena yang ada adalah mereka para pensiunan yang tua-tua yang sudah tidak dipakai lagi di kabupaten, propinsi atau pusat, atau mereka-mereka politisi parpol yang gagal,intinya mereka adalah kaum yang ,mengalami sindrom of power, pakah mau kita dipimpin oleh orang demikian.

    malah sya sepakat kalo mba yang dari UI, trus mas yang dari Kairo atau siapapun temen2 muda yang ideal itu yang memimpin. karena apa, isu kabupaten itu sekarang jadi komoditas politik orang-orang karatan itu, bapak2 yang memang sudah udzur..

    wallahu’alam bishowab

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Rona YUliani ass wr wb…
    i’m so sorry mas suparman, i don’t agree with you…
    bagi saya, prinsip hidup saya adalah “tidak penting menjadi orang pinter tapi yang penting adalah menjadi orang yang jujur dan mau bekerja keras”…
    banyak banget loch, case yang terjadi dengan pejabat-pejabat kita, ada yang ijazah palsu lah, gelar akademik juga palsu, yang pada akhirnya??? memalukan sekali kan???
    maksud saya adalah para SDM profesional di Mlp yang sudah saya sebutkan, dapat memajukan Mlp dalam bidangnya masing-masing.. saya pikir tidak harus berada dalam lingkup pemerintahan untuk kita berpartisipasi dalam memajukan malingping ke arah yang lebih baik lagi…
    example: (menurut saya yaa) pengusaha dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang layak untuk masyarakat Malingping yang ‘unemployee’, pedagang dapat menjadi sumber pajak yang pada akhirnya kembali kepada masyarakat (itu juga kalo dikelola secara jujur dan benar), nelayan, ojek, petani, buruh lainnya, saya rasa akan membantu perputaran roda ekonomi dan sosial masyarakat malingping..
    now, i think, sudah banyak juga generasi malingping yang sudah mengecap pendidikan lebih tinggi ke PT, so saya amat sangat berbangga untuk itu…
    saya pikir, emang ga harus berada dalam lingkup Pemerintahan untuk memajukan Malingping kearah yang lebih baik dari kondisi saat ini (walaupun saat ini saya juga adalah seorang PNS Pemerintah Provinsi Banten). Saya dan teman-teman seangkatan saya waktu sekolah di Malingping (Alumni SMA I Malingping tahun 2001) punya prinsip : masing-masing melakukan tupoksi sesuai porsinya masing-masing, semua sudah ada jatah dan bagiannya.. Tidak harus being “pejabat” untuk kita memajukan Malingping.. Memajukan Malingping adalah tugas semua elemen masyarakat malingping…
    untuk masalah politik, jujur.. saya agak ga ngerti yaa.. i like it, but i dont want to talk this to other people…
    Ok’s saya rasa cukup itu aja oppinion form me, maybe masih banyak yang pengen diungkapin, hmmm tapi yaaa takutnya pada bosen ya.. tapi satu hal yang bisa saya katakan “saya yakin 100%, semua orang pasti bertujuan baik, termasuk anggota group ini, semua ingin melihat Malingping berkembang dan pada akhirnya dapat maju sehingga anak dan cucu kita kelak masih bisa merasakan kebanggaan itu”..
    thanks for all…
    wass wr wb…

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Abie Tama Sabian saya ingin menambahkan kata kata mba rona “tidak penting menjadi orang pinter tapi yang penting adalah menjadi orang yang jujur dan mau bekerja keras dan memngerti”

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Suparman Arif sya angkatan 200 mba,, mungkin dulu kita pernah berinteraksi,,tapi sudah lama sekali kali yah..terus terang saja mba,,kalo masalah ekonomi malingping sudah cukup maju untuk dikatakan makmur,,saya belum pernah melihat gelandangan di mlp,,kecuali orang gila..persoalannya adalah obsesi politik kita yang sangat eksesif..cobalah mba bayangkan,,kita mau apalagi,,profesional telah bekerja sesuai fungsinya (teori struktural), mobilisasi sosial berjalan sesuai seperti seharusnya,tanpa konflik ekstrim dan sebagainya,, mau apalgi..kan cuma satu,,Mau Kabupaten,,nah mba itu dia masalahnya..pola pengaturan pemerintahan ini yang mesti dipikirkan, sehingga setiap elemn stakeholders tidak berjalan tanpa meknaisme aturan pemerintahan,,nah siapa yang mau jadi pemerintah itu masalahnya lagi..

    pembangunan memang tendensi ekonomi,,tapi pembangunan tidak akan berjalan tanpa rekayasa politik, tanpa keterlibatan pemerintahan yang mengatur..kalo politiknya level kecamatan,,maka ekonominya juga level kecamatan,,juga sebaliknya..maka semakin besar area politik itu akan mengakibatkan semakin besar pula tingkat pembangunan yang di harapkan..nah ini barangkali kenapa wacana di atas di tulis malingping kurang berkembang, karena sudut pandang perkembangannya adalah perkembangan kabupaten,,bukan perkembangan kecamatan..kalo mau yah harus jadi kabupaten..

    begitu kira2 mba alur berfikirnya.
    salam

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Rona YUliani wah.. wah… kalo untuk masalah itu jujur saya agak ga paham and mungkin juga kurang tertarik ya… because i’m not politician, but i’m a practitian for social life (healthy and environmental)…
    saya juga setuju-setuju aja kalo Mlp mau jadi Kabupaten kek, Kota kek, whatever lah itu…
    is it true??? kita sedang membahas Mlp for Kabupaten toh??… ow..ow… i dont think so… Malingping is global problem, not only for goverment.. but i think for social life too…
    soal gelandangan : emang saya juga ga pernah liat, tetapi… itu bukanlah suatu ukuran kalo secara ekonomi kita sudah makmur… nah ‘unemployee’ gimana??
    banyak banget mas… mereka-mereka yang tidak terjaring baik di formal maupun nonformal… (angkatan sekolah saya juga masih banyak yang ‘unemployee’…
    kita mesti harus lebih bijak dan bajik dalam menyikapi permasalahan yang kompleks ini..
    thanks a lot ya…

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Abie Tama Sabian saya setuju dengan pandapat mba rona menyikapi pendapat abang arif.menurut saya ada dan tidaknya gelandangan ga bisa di jadikan ukuran kemakmuran suatu masarakat.dan ga bisa juga di jadikann ukuran bahwa dengan tidak adanya gelandang maka tarap ekonomi di suatu wilayah dinilai tinggi,.contoh.di jakarta.sapa yang akan memungkiri lagi kalo tarap ekonomi di jakarta itu udah tingkat tinggi.tapi masih banyak aja gelandangan.dan menurut saya.rata rata gelandangan yang ada di satu wilayah itu kebanyakan adalah pendatang,

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Suparman Arif mba bicara tentang yang kompleks,,tetapi sudut pandangnya seputar ekonomi,,mulai dari pekerjaan, pendapatan, dan pengangguran,,jadi kompleksnya menurut mba itu sebenarnya ekonomi..

    saya kadang berfikir mba,,apa ia kita ga mampu berbuat apa – apa (ada pekerjaan)..tanah kita luas,,laut kita luas,,apa itu bukan garapan..masalahnya mental kita itu “kuli” bukan kemandirian,,sehingga kerjaan diartikan kalo kita ga dipekerjakan,maka kita ga memiliki skill.

    atau mungkin juga memang kita perlu pendidikan yang merata sehingga banyak anggota masyarakat yang kemudian akan “ngerti” bagaimna ngolah sumber daya alam ini.

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Rona YUliani ass wr wb..
    sebenarnya masalah emang kompleks : ekonomi, sosial, kesehatan, lingkungan, whatever… tetapi… maybe yang agak lebih dominan adalah ya itu…
    menurut saya dari ekonomi akan sedikit banyaknya mempengaruhi :

    1. Derajat Kesehatan : masyarakat Malingping masih banyak pake dukun buat berobat (alasan mereka : ga punya duit, kepercayaan, dan udah menjadi kebiasaan).. saya juga agak ga setuju kalo kesehatan hanyak dilihat sebagai kuratif dan rehabilitatif saja (promotif, preventif juga penting.. nah ini menjadi tugas dari praktisi kesehatan masyarakat di Malingping…)

    2. Pendidikan : para orang tua bukannya tidak mau menyekolahkan, tetapi kebanyakan mereka adalah tidak mampu men’studikan anaknya ke tingkat yang lebih tinggi lagi.. (walaupun ada juga yang mampu, tetapi tidak mau sekolah..)

    3. Sanitasi / Lingkungan : seberapa besar masyarakat Malingping belum punya jamban (bagi kita mungkin : hari geneee?? belum punya jamban???..) tetapi itulah the fact-nya.. apa alasan mereka (banyak yang mengatakan bahwa buat bikin jamban mahal, dan ada juga yang emang udah kebiasaan..

    4. Kriminal : berapa banyak di Malingping yang banyak jadi aktifis motor bodong?? banyak banget khan… apa alasan mereka?? saya rasa kembali kepada ekonomi…selain emang mental problem juga…

    5. Untuk jadi kuli, karena emang kebanyakan masayarakat kita yang bisa dijual adalah otot mereka, bukan otak mereka, karena apa… i think maybe education problem..

    Nah, kebetulan semua fakta itu adalah bentuk penelitian kecil-kecilan saya waktu kuliah dulu…

    thaks a lot ya…

    wass wr. wb

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Kiriman Dihapus

    lebih dari setahun yang lalu

  • Abie Tama Sabian lantas sekarang apa yang harus kita lakukan,?mulai dari manakah kita melangkah?siapa yang harus kita libatkan?

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Suparman Arif pengangguran,,,yah itu dia masalahnya..
    coba bayangkan mba,,berapa luas tanah kita yang butuh tenaga penggarap..
    trus hasil garapan itu kan bisa dip[erjualbelikan di[pasr
    itu pekerjaan kan mba..atau kita mao buat pabrik,,yah investasi itu urusan pmerintahan mba,,kalo kita terlibat didalamnya(jadi pemeribntah) tentu mudah kita mencari investor..
    kadang-kadang kita arogan mba,,baru lulus SMA dah ga mo ngegarap lahan,,mau nya jd pegawai..itukan mental lemah,,ga mandiri..
    cuma buatku untuk pemberdayaan ekonomi menurut aku yang pertama harus dilakukan adalah pemberdayaan masyarakatnya.

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Suparman Arif beda lho antara pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan ekonomi
    belum tentu pertumbuhan ekonomi tinggi kemudian tingkat kesejahteraan itu juga tinggi,karena roda perekonomian digerakan oleh segelintir orang kaya, maka kemakmuran menjadi sedikit orang,,nah itu yang terjadi di jakarta.
    konsep ekonominya pemerataan,,jadi pengangguran terjadi akibat mental mandiri kita yang ga da,dan terlalu percaya dengan konsep ekonomi liberal seperti sekarang ini.

    so,,gelandangan itu bukan maslah tinggi rendahnya ekonomi dilihat dari pertumbuhan (growth) tetapi masalah sudah belumnya pemerataan dilaksanakan serta ekonomi yang berppihak kerakyatan.

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Kiriman Dihapus

    lebih dari setahun yang lalu

  • Suparman Arif gita permana?? siapa yah
    pakah kita pernah berintarksi sebelumnya

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Rona YUliani saya sich tetap berpegang pada pronsip saya… bahwa tidak penting talking ga penting yang penting actiooooon dwonkkksss…..
    turun ke lapangan untuk tau apa sebenarnya problem masyarakat Mlp… saya mengutip lagu oki lukman “JANGAN HANYA BICARA”….
    Talk less do more, it’s better sollution…(i think..)
    now, we only judge other people?? but we?? is be good person?? i think we must think about it…

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Suparman Arif itu bukan just talk mba,,itu namanya “program konsep”..bukankah aksi itu diawali dari program yang konseptual..
    memang perlu implementasi,,dan saya pikir sumbangan untuk pengembangan wilayah tidak harus seragam,,jadi pegawai pemda Banten saja misalnya,,,yah saya pikir sumbang pikir itu bagus lho,,ntah kalo menurut mba..dan menurut saya sumbangsih pikiran itu adalah bentuk dari “action” saya terhadap daerah, agar kemudian bisa berkembang lebih baik..

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Suparman Arif itu teknis yang bagus bung gita,,inget pemerintah itu harus holistik,,jangan setengah-setengah..masih inget ga bung Gita waktu BBM naik,,katanya tu akibat pengaruh kenaika harga minyak global,,jadi seolah2 pemerintah mo bilang kalo harga minyak naik, trus harga lain-lainnya naik itu urusan global, jangan salahkan pemerintah..nah emang kerjaan pemerintah apa,,mungutin pajak doang buat bayar para pegawai malasnya saja….
    heheheh…just diskurusus

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Lunggana Murdani ikutan neh sedikit ngebahas kayaknya seru juga…….
    ass wr. wb
    malingping kurang berkembang???
    sebenarnya banyak faktor seh kalo saya lihat. tapi kalo saya lihat orang malingping masih kurang dalam wawasan bagaimana memanfaatkan lingkungan sekitar,karena kalo kita lihat di malingping tuh serba lengkap.contoh pantai,coba kalo pantai2 yg ada dmalingping dikelola dan dijadikan suatu objek wisata yang besar,saya yakin malingping akan sedikit berkembang setidaknya malingping mulai banyak dikenal dimana2,contoh lagi batubara,timah,dll begitu banyak tapi batubara,timah hanya menjadi hiasan jalan2….?coba kalo diolah?kenapa terjadi begitu?karena org yang bisa mengolah pada pergi keluar malingping,sedangkan orang yang tinggal hanya bisa melihat salah satu kekayaan terbesar malingping dibawa dengan harga yang murah, karena bingung harus ngapain….begitulah…………
    faktor berikutnya orang malingping tuh masih egois,rasa sosial masih kurang (yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin),sebanarnya kalo masalah pendidikan seh udah bagus dalam cara belajar cuma malingping tuh masih ketinggalan dalam teknologi,informasi,dsb.
    saya setuju gak perlu orang pintar tapi yang diperlukan tuh orang yang mau bekerja keras dan selalu mau belajar…..
    thanks

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

Menampilkan 31 – 38 dari 38.

  • Suparman Arif slam kenal bung lunggana…
    dl waktu saya masih kuliah,,saya sempat buat tulisan ilmiah dalam LKTM dimna temanya tentang pariwisata..
    ada dua sebenarnya dalam pariwisata,1. Pariwisata Alam, dan 2. Pariwisata budaya. dan kemudain saya menawarkan konsep konvergensi, yaitu pariwiasata campuran antar keduanya…
    Allah menciptakan alam ini dengan indah, akan tetapi keindahan itu akan lebih berarti ketika memperoleh sentuhan tangan manusia, dan kemudian alam bisa kita gunakan sebagai media realisasi kreasi human being yang kita sebut dengan kebudayaan..lihatlah Bali,,mereka mencampurakan nuansa alam dengan komodifikasi manusia dan menjadikanya sebagai tempat realisasi kebudayaan yang maha tinggi,prinsipil..ini semua akan terjadi ketika keterlibatan pemerintah dan masyarakat terjalin dengan seimbang. artinya jangan dl bicara ekonomi,tapi bicara dulu action perbaikan kualitas,,maka sya pikir uang akan mengikuti..kawasan penatai selatan jika dioptimlakan sya pikir bagus,akan tetapi yang menjadi persoalaannya,,saya pikir ORANG SELATAN ITU sedkit tidak memiliki identitas kebudayaan yang jelas,makanya ga bisa dikembangkan menajdi sebuah asset dan bisa jadi komoditas layaknya Bali.
    ok..bro,,salam kenal

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Sepi Taufiqqurrohman kurang adanya niat yg bnr2 niat dari setiap org yg punya SDM n blm adanya wadah yg bisa menyatukn semua niat itu.slma ini setiap org mau n brjln sendiri2 mnrt dia jlnnya.jd tdk continue.
    ktka 1org berniat n dia mentok,putus asalah dia tp klw ada wadah pasti slng gtngryong n ada yg lanjtin truz..truz..n truzzzzzzzzzzzzzzzzzz!!!
    jgn pernah mkrn kkurngn SDM,ini itu…mulai aja!! action!

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Erik S Riyadi “malingping belom bisa berkembang” kalo menurut Oe, karena masyarakatnya yang “bedding” (kumaha aing) itu semua terbentuk karena merasa setiap individu memiliki ilmu kadugalan dan menganggap gotongroyong bukan kunci kebersamaan (mun kana bener harese) dengan anggapan hayang daharmah teu tibatur. ya, itu hanya asumsi Ole untuk segnmen masyarakat nu teu nyakola, dan Oe yakin Malingping (banten selatan) untuk kedepan pasti banyak perubahan asal generasi-generasi seperti kita harus mampu membawa perubahan yang positif, terus Oe menghimbau untuk kaum muda banten selatan jangan terus memikirkan untuk meningkatkan SDM (contoh kabeh jaradi guru) tapi ciptakanlah sebuah lapangan kerja walaupun hanya memperkerjakan segelintir orang. “Hatur nuhun

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Amir Rudin sebenarnya.kuncinya aca di SDM, di akui atau tidak orang2 yg dah kuliah, kerja, dan yg memiliki kompetensi untuk membuat kemajuan malah asyik hidup di kota dan menikmati kesuksesanya sendiri( termasuk aku sich….he..he… jd malu) jai harus ada kemauan dan kemampuan tuk memajukan mlp. sapa yg mau jd perintis nich ? hayo……!!!!!!!!!

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Pisang Hijau Bugis apa indikasi berkembang??
    apa perkembangan??
    apa yang berkembang dan yang dikembangkan??
    apa ciri berkembang???
    mungkin ini sebagian kecil pertanyaan yang harus kita jawab terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan kenapa malingping belum bisa berkembang??
    ada beberapa faktor matriks perkembangan yang harus dilihat
    1. ilmu
    2. kemampuan rekayasa
    3. manajemen system
    dikaitkan kemudian dengan dua faktor yaitu SDM dan SDA yang ada, lalu kemudian kita akan melihat sejauh mana kegiatan penduduk yang dikembangkan, apakah masih pada tingkatan primer, sekunder ataukah tersier??. disamping itu, kita juga harus melihat faktor2 produksi yang ada dan harus diisi
    1. lahan/ faktor utama
    2. tata kelola
    3. teknologi
    4. tenaga ahli
    5. regulasi
    sejauh mana faktor2 produksi tadi berkembang dan dikembangkan di malingping, untuk kemudian menyusun langkah2
    1. pembangunan program
    2. sdm internal dan kepada siapa program tadi harus dihadapkan
    3. organisasi/institusi mana yang sanggup merealisasikan
    4. jaringan2 pendukung baik personal maupun institusi
    5. kesiapan finansial
    analisa ini diperlukan agar pembangunan yang dilakukan seiring dengan kehendak masyarakat

    lebih dari setahun yang lalu · Laporkan

  • Jimmi Zaenal Zae’s Assalamuallaikum….
    Kenalin Dulu… Saya Jimmi Urang Pasir Haur…
    Semua yang sudah diungkapkan Cukup Bagus… saya acungkan jempol….
    Untuk sebuah kecamatan .. Malingping itu menurut saya Cukup Maju… Dibanding Kecamatan lain, bahkan mungkin kecamatan se indonesia malingping bisa diacungkan jempol.. ada 2 (dua) yang saya banggakan di malingping :
    1. SDM. Coba bayangkan 1 keluarga pasti ada 1 Sarjana.
    2. Sumber Daya Alam. Banyak mulai dari Parawisata, Tambang (walau hanya Tambang Pasir sama Batu), sektor Perkebunan, Perikanan… Dll Pokonamah…(Terutama Leumengnya … Terkenal sampai ke Bandung)Pertanyaanya : KENAPA MALINGPING GAK BISA BERKEMBANG ?
    Saya punya anggapan Bahwa :
    1. Kalau SDM, wajar kalau sudah Lulus Sekolah/Kuliah banyak yg kerja di kota, Tentu dia pingin kehidupannya lebih baik, kalau tinggal di Malingping… ada yang jamin gak Bisa kerja… (Contoh saya sendiri… sampai Cari kerja di Kalimantan Selatan… Di Pedalaman Pula …10 Tahun Bro ane di Leweung).
    2. Infrastruktur…. Malingping emang sangat mengerikan…. terutama JALAN RAYA.. (emosi nih…)
    3. Investor dari Luar hampir gak ada…. ada sih… itu juga dikit lagi mau bubar… untuk berbagi pengalaman…. Di pedalaman Kalimantan ada perusahaan Besar yang menacapkan bendera untuk membuka usaha Perkebunan… so.. banyak yang gak bisa Baca sampai Sarjana bisa kerja disana…. 5 Tahun kemudian setelah perusahaan berjalan… Hutan jadi Desa..Ada mini Market…, sekolah TK sampai SLTA.. Rumah Sakit, Stadion Olah Raga (Permanen) semua dinikmati GRATISSSSSSSSS.(Kecuali Mini marketnya) (Tambahan… Gaji di sebuah Tambang batu bara untuk seorang Sopir +/- 3 Juta)
    4. Orang Malingping Siap gak yah kalau ada investor mau buka usaha ….. Jangan jangan malah di demo dengan alasan Pencemaran, Polusi, ngerusak lingkungan lah…nyerobot lahan lah…. Sulit memang.
    5. Kayaknya Investor males ke Malingping … knapa ???? Infrastrukturnya …. gak dukung…. Ancur di jalan lur hasil Produksinya….
    GIMANA CARANYA MALINGPING BISA MAJU……?????
    1. Bangun Infrastruktur … walau Biayanya gede.
    2. Berikan Penyuluhan kepada masyarakat yg punya lahan untuk dijadikan Lahan Produktif…. Bila perlu kasih Pinjaman… Buatkan Koprasi untuk menampung hasil Produksinya… Jual… Bila perlu Expor..
    3. Cari Investor… Kasih tau mereka.. Malingping Punya SDM dan SDA. bila perlu cari Investor ke Luar negeri ..mereka biasanya punya modal yg kuat.(ini sudah ada contoh.. ada seorang Bupati pergi ke Jepang dan China dengan biaya sendiri untuk nyari orang Kaya yang mau Buka usaha di Daerahnya).
    4. Hilangkan prinsip “Gue belum Cukup Kaya untuk membuat malingping jadi lebih Baik” tapi berpikirlah “…Aku Punya Kekuasaan…. Aku Punya jabatan… Malingping akan Lebih Baik dari sekarang”

    Dengan Kemauan dan usaha yang kuat… Inysa Allah malingping Maju…. saya disini hanya bisa berdoa… sesekali kirim Duit ke Adik karena dia belum Punya kerjaan…
    Thank’s…. Wasalam

    sekitar 4 bulan yang lalu · Laporkan

  • Novi Nurhayati SIAPA BILANG BELUM MAJU…….. bukti SDM ok, pendidikan, komunikasi infra struktur lainnya dah lengkap dan tersedia……. yang belum itu malingping belum MANDIRI…… terlalu membiasakan dan memanjakan hidup dalam system birokrasi dan terkungkung dalam pembiayaan APBD …. akhirnya pengembangan terhambat karena keberanian to mencoba masih kurang………

    sekitar 4 bulan yang lalu · Laporkan

  • Arsadi Ending Zimmi@ hebat euy eta pamikiran teh….. teu percuma 10 tahun di leuweung he he he ( piss ah ). Gimana Investor luar mau masuk ke MLP kalo para Pejabatnya masih kayak sekarang nyambi jadi Pengusaha dan Penguasa……… Kalo ada Investor yg mau masuk belum apa2 udah di persulit, di curigain, di takutin ( takut periuk nasinya hilang hik hik hik..)….. gimana dong..???

    sekitar 4 bulan yang lalu · Laporkan

6 responses »

  1. Sekedar ingin menyampaikan Salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

  2. Sekedar ingin menyampaikan Salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

  3. mf sy mengomentari….shbt2 smua sy sngt apresiasi dn mngacngkn jempol dgn kpdulian shbt2 tntng prkmbngn baik it dlm bdng politk,ekonomi,sosial dn budaya yg trjadi d daerah malingping.trlps dr smua ucpn shbt2.yg sngt kritis sy ingin brtnya apakh kalian semua sdh mngkaji,meneliti dan menelaah dari apa yg kalian ktkn.dan sudah di awali dari manakah pengabdian kalian untk kmjuan malingping…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s